Dapat Duit dengan Memodali Usaha

Kamis, 17/9/2009 | 10:57 WIB
KOMPAS.com – Pada prinsipnya, Anda punya modal uang, dan orang lain yang menjalankan usaha. Kalau uang yang Anda miliki lebih besar, bisa membantu usaha dengan modal makin besar. Namun modal kecil pun bisa.

Cara kerja
Biasanya diatur cara bagi hasil antara Anda sebagai pemilik modal, dan orang yang menjalankan usaha. Umumnya, masing-masing mendapat bagian 50 persen dari keuntungan. Catat, ya, dari keuntungan, bukan penghasilan.

Lalu, penghasilan yang diperoleh, dibagi tiga: satu bagian untuk modal berikutnya (membeli barang lagi), satu bagian untuk Anda, dan satu bagian lagi untuk partner Anda. Besarnya modal tergantung usaha yang mau Anda biayai, namun sangat fleksibel. Bisa mulai dari Rp 500.000 sampai puluhan juta rupiah.

Siapa yang bisa dimodali? Coba lihat sekeliling Anda. Pasti banyak orang yang membutuhkan modal.

Contohnya:
1. Penjual makanan
Bisa di dekat rumah Anda atau di sekitar perkantoran. Misalnya, penjual mie instan. Biasanya mereka butuh modal untuk memperbesar atau melanjutkan usahanya.

2. Office boy
Anda bisa modali mereka untuk berjualan makanan kecil, rokok, minuman dingin di area kantor Anda. Pasti laku. Apalagi banyak orang malas keluar kantor hanya untuk membeli sebungkus rokok.

3. Usaha garmen
Siapa pun pasti butuh baju baru. Bila Anda punya kenalan yang senang berdagang pakaian di kantor atau di kompleks perumahan, acara arisan, dan sebagainya, orang ini potensial dijadikan partner. Persentase keuntungan tergantung kesepakatan.

4. Bisnis salon
Salon juga bisnis menjanjikan. Anda bisa berpartner dengan para kapster atau lulusan sekolah kecantikan untuk membuka usaha sendiri. Modalnya memang cukup besar dan butuh perencanaan. Namun bisala berjalan lancar, hasilnya pun lumayan menguntungkan.

Keuntungan dan risiko
Anda memang hanya perlu menyetor modal dan tak perlu melakukannya sendiri. Namun, perlu aturan yang jelas antara Anda dan orang yang dimodali. Pengawasan juga tetap harus dilakukan, termasuk pengendalian mutu barang. Kalau usaha lancar, Anda bisa mengambil keuntungan di bulan pertama.

Lebih baik berbisnis dengan cara seperti ini dengan orang yang Anda kenal. Bila terjadi apa-apa, Anda tahu ke mana harus mencarinya. Karena risiko bisnis ini adalah orang yang Anda modali kabur, atau usaha tidak lancar, sehingga pemasukan kurang.

(Erika Paula)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: