Awas, Kuman Bertebaran di Dapur Anda!

dapur
Kamis, 27 Agustus 2009 | 15:31 WIB
KOMPAS.com – Semua makanan lezat berawal dari dapur. Agar makanan kita sehat, dapur kita pun harus senantiasa dipelihara dan dijaga higienitasnya. Karena sebenarnya dapur merupakan tempat berkumpulnya kuman dan virus penyebar penyakit.

Dapur merupakan area di rumah yang paling banyak menyimpan kuman dan bakteri, kata Philip Tierno, PhD, penulis buku The Secret Life of Germs. Ini karena segala kegiatan di tempat ini berhubungan dengan sesuatu yang sudah mati, seperti ikan atau daging. Padahal, daging mentah bisa menjadi pembawa bakteri E.coli dan salmonella, selain virus dan bakteri lainnya.

Apalagi, sebagian besar orang membersihkan meja dan peralatan dapur lainnya dengan lap atau spons yang sama. Permukaan spons yang rata memang lebih efektif untuk membersihkan kotoran. Masalahnya, bakteri dan kuman E.coli lebih mudah menempel di spons atau lap. Akibatnya, makin sering membersihkan area dapur dengan spons atau lap yang kotor, makin tersebar kuman-kuman.

“Karena jarang dibersihkan, kuman-kuman akan berkembang biak menjadi jutaan banyaknya dan bisa mengontaminasi benda lain di dapur, seperti kulkas atau peralatan makan,” kata Tierno.

Oleh karena itu, Tierno menyarankan agar spons atau lap yang akan dipakai sering dibersihkan dengan cara merendamnya dalam air hangat dan sabun. “Selalu bersihkan area dapur, lap, pisau, atau peralatan lain, termasuk lantai dapur, setelah dipakai untuk menyiapkan makanan,” katanya.

Cuci peralatan dapur dengan sabun setelah memasak. Selain itu, seminggu sekali bersihkan sink (tempat cuci piring) menggunakan sabun pembunuh bakteri untuk menekan jumlah kuman. Jaga agar sink selalu bersih dan kering karena kuman senang bersembunyi di daerah lembab.

Khusus untuk spons atau lap, bersihkan dengan larutan air hangat dan sabun lalu keringkan di bawah matahari agar kuman-kumannya mati. Cara lain untuk memusnahkan bakteri adalah memasukkan spons ke dalam microwave selama 1-2 menit setiap minggu. Atau, cuci menggunakan air mendidih.

AN
Sumber : WebMD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: